Daftar Keluhan Pelanggan terhadap Operator

Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) merilis hasil keluhan pelanggan kepada operator. BRTI menerima keluhan pelanggan tersebut dari call center BRTI 159.

Anggota BRTI, Heru Sutadi, menjelaskan bahwa pihaknya mendapat laporan keluhan pelanggan, mulai dari Juli hingga Oktober 2011. "Dengan melihat laporan ini, operator diharapkan mengerti kebutuhan pelanggannya," ungkap Heru, Senin (19/12/2011).

Dari laporan yang masuk, keluhan pelanggan banyak disampaikan mulai bulan Juli. Namun, puncak penyampaian keluhannya pada Oktober hingga saat ini. Total laporan dari pelanggan mencapai 4.750 keluhan dari Mei hingga Oktober.

Puncak penyampaian keluhan pada Oktober lalu disebabkan karena pemberitaan di media tentang pencurian pulsa menjadi marak. Pelanggan telekomunikasi, baik layanan teks, suara, maupun data yang tidak mengerti terhadap penipuan layanan ternyata ikut melaporkan pulsanya yang terpotong.

Inilah daftar keluhan pelanggan terhadap layanan operator:
  1. SMS Spam, misalnya pemotongan pulsa, dan tidak bisa unreg layanan content provider mencapai 57 persen.
  2. Dispute, misalnya tarif iklan tidak sesuai janji alias banyak syarat dan ketentuan yang berlaku, tetapi tidak diketahui pelanggan. Pelapor atas kasus ini mencapai 21 persen.
  3. Kualitas layanan, misalnya tidak bisa menelepon, SMS, atau koneksi yang lambat atau hilang. Pelapor atas kasus ini mencapai 14 persen.
  4. Penipuan, misalnya permintaan transfer atau isi pulsa. Pelapor atas kasus ini mencapai 6 persen.
  5. Lain-lain mencapai 2 persen.
Harapan Heru, operator bisa lebih terbuka terhadap layanan yang ditawarkan kepada pelanggan, terutama melalui iklan di media massa.

Sumber: KOMPAS.com

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel